Thursday, 16 June 2016

Menjemput Sang Gelap

User Waktu Tag
Send Email Send Email
kerinduan mendalam
photo//google.plus
Pulang.
Ada saatnya seseorang harus berangkat, 
Dan ada saatnya pula seseorang harus pulang. 
Dan  di antara keduanya adalah perjalanan. 

Aku telah menggambar setiap senja. 
Senja itu, senjah yang berwarna  merah, 
Senja yang memulangkan unggas ke sarang-sarang.
Senja  yang mengembalikan aku pada gelap. 
Senjah yang memulangkan aku pada rumah  ; yang sesungguhnya tak dapat aku singgahi.

Beberapa bulan yang lalu semua terlihat baik, 
Semua berbaris rapih pada barisan-barisannya. 
Tak perlu mengganggu bahkan juga tak perlu diganggu.
Itu lah saat kedamaian menjadi penguasa atas insan sebuah jiwa

Semuanya akan tetap sama, 
Akan tersimpan rapih  dengan tiap-tiap debunya
Akan tesimpan rapih di dalam gubuk yang bahkan hampir mirip sebuah gubuk derita
Tidak ada yang terlihat berantakan bahkan juga tidak terlihat rapi
Semuanya sama tiada beda

Alam semesta mengaturnya pada porsinya masing-masing dengan rapih tanpa rapuh. 
Ibarat senjah yang selalu datang ketika matahari bersiap pulang. 
Ibarat langit memerah, kalah cakrawala bersambut terang

Tetapi pada suatu ketika seseorang  harus pulang bukan ? 
Pada rumah aku pulang, tapi pada gelap, 
Ya pada gelap aku harus pulang. Ini lah kisah ku. 
Menjemput sang Gelap.


Rekomendasi Untuk Anda × +